Langsung ke isi

Artikel · 2 menit baca

Ekonomi digital Indonesia hampir US$100 miliar: apa artinya untuk bisnis Anda

Laporan e-Conomy SEA mencatat e-commerce Indonesia menuju US$71 miliar dan video commerce melonjak 90%. Ini angka pentingnya, dan tiga langkah yang relevan.

  • E-commerce
  • Bisnis

Setiap tahun, Google, Temasek, dan Bain & Company merilis laporan e-Conomy SEA tentang ekonomi digital Asia Tenggara. Edisi terbaru, yang terbit November 2025, menempatkan Indonesia sebagai ekonomi digital terbesar di kawasan ini.

Berikut angka yang paling relevan untuk pemilik bisnis, organisasi, dan personal brand.

Angka-angka utamanya

  • Hampir US$100 miliar: perkiraan nilai transaksi (GMV) ekonomi digital Indonesia pada 2025, tumbuh 14% dibanding tahun sebelumnya.
  • US$71 miliar: proyeksi nilai e-commerce Indonesia pada 2025, tumbuh lebih dari 14%. E-commerce tetap menjadi penyumbang terbesar.
  • 2,6 miliar transaksi: volume transaksi video commerce (belanja lewat video dan siaran langsung), naik 90% dibanding tahun sebelumnya.
  • 800 ribu penjual: jumlah penjual dan toko online di video commerce, naik 75%.
  • US$538 miliar: proyeksi nilai transaksi pembayaran digital Indonesia pada 2025, yang terbesar dan tercepat tumbuh di Asia Tenggara.
  • 80%: pengguna di Indonesia yang berinteraksi dengan alat berbasis AI setiap hari.

Untuk gambaran kawasan, Bain mencatat ekonomi digital Asia Tenggara sedang menuju lebih dari US$300 miliar, dengan pertumbuhan sekitar 15% per tahun.

Apa artinya untuk bisnis Anda?

1. Pembeli makin terbiasa belanja lewat video

Lonjakan video commerce menunjukkan banyak pembeli kini menemukan produk lewat video. Video pendek membantu orang menemukan Anda. Setelah itu, mereka butuh tempat untuk mengecek detail: harga, cara memesan, dan apakah bisnis Anda bisa dipercaya. Di sinilah website atau halaman toko yang rapi berperan.

2. Persaingan juga makin ramai

Jumlah penjual video commerce naik 75% dalam setahun. Artinya, perhatian pembeli diperebutkan lebih banyak toko. Informasi yang jelas sejak awal, seperti total biaya dan ongkos kirim, jadi pembeda. Saya membahasnya di Kenapa pembeli batal checkout.

3. Siapkan pembayaran digital

Dengan pembayaran digital yang tumbuh paling cepat di kawasan, pembeli berharap bisa membayar dengan cara favorit mereka. Untuk banyak usaha, QRIS adalah langkah paling sederhana, apalagi biayanya baru turun. Lihat MDR QRIS 0% mulai 1 Oktober 2026.

Catatan tentang angka ini

Sebagian angka di atas adalah perkiraan dan proyeksi untuk tahun 2025, bukan hasil hitungan akhir. Laporan e-Conomy SEA biasanya terbit setiap November, jadi edisi 2026 kemungkinan menyusul dalam beberapa minggu, dengan angka yang bisa berbeda.

Sumber

  1. 01e-Conomy SEA 2025: Ekonomi digital Indonesia mendekati GMV US$100 miliar (Google Indonesia) · blog.google (buka tab baru)
  2. 02e-Conomy SEA 2025: From digital decade to AI reality (Bain & Company) · bain.com (buka tab baru)

Tulisan ini disusun dengan bantuan AI berdasarkan sumber di atas. Jika ada informasi yang keliru, kabari saya lewat WhatsApp.

Tulisan lainnya

Semua tulisan

KontakWhatsApp

Butuh website untuk bisnis Anda?

Ceritakan kebutuhan Anda lewat WhatsApp. Silakan bertanya dulu, tanpa kewajiban untuk langsung memesan.

No. 0008Kontak
WhatsApp
0813-3837-8848
Lokasi
Bali dan online ke seluruh Indonesia
Biaya
Ditulis jelas di awal