No. 03Studi kasus
Tehini
Website brand minuman teh yang saya rintis bersama Saguna. Menu dan harga, galeri, ulasan, dan kontak tersusun dalam satu halaman.
Masalah
Tehini adalah brand minuman teh yang saya rintis bersama rekan saya, Saguna. Tehnya diseduh dari daun oolong utuh, lalu dipadukan dengan susu murni segar.
Sebagai brand baru, Tehini butuh satu tempat online untuk mengenalkan diri: teh apa yang dijual, berapa harganya, dan cara menghubunginya.
Pendekatan
- Satu halaman, enam bagian. Pengunjung cukup menggulir: beranda, tentang, menu teh, galeri, ulasan, dan kontak. Menu di bagian atas langsung melompat ke tiap bagian.
- Harga ditulis jelas. Setiap teh punya nama, rasa, deskripsi singkat, dan harga. Pengunjung bisa memilih jumlah, lalu memasukkannya ke keranjang.
- Terasa seperti Tehini. Tampilannya memakai motif porselen biru-putih, lukisan pegunungan bergaya tinta, bunga sakura, dan huruf Mandarin, senada dengan gelas Tehini.
- WhatsApp selalu dekat. Di laptop ada panel kecil di sisi kanan berisi WhatsApp dan keranjang. Di HP, panel itu dibuka lewat tombol bulat di pojok bawah.
- Dikerjakan berdua. Website ini saya bangun bersama Saguna, rekan bisnis saya di Tehini.
Teknologi
Alat yang dipakai untuk membangun Tehini, dalam bahasa sehari-hari.
- HTML
- Kerangka isi halaman: judul, paragraf, gambar, dan tombol.
- CSS
- Aturan tampilan: warna, ukuran huruf, jarak, dan tata letak.
- Bootstrap
- Kumpulan komponen tampilan siap pakai, misalnya menu yang bisa dilipat di HP dan galeri foto yang bisa digeser.
- JavaScript
- Bahasa yang membuat halaman bisa merespons, misalnya keranjang dan menu teh yang bisa diganti-ganti.
Lihat langsungWhatsApp
Coba langsung Tehini.
Kunjungi website-nya, atau tanyakan apa saja tentang proyek ini lewat WhatsApp.

