No. 01Studi kasus
FiLUP
Aplikasi keuangan untuk pelajar. Foto struknya, AI yang mencatat, dan setiap catatan menambah poin seperti di gim.
Masalah
FiLUP lahir dari masalah yang kami alami sendiri: uang jajan habis, dan tidak ada yang ingat ke mana perginya. Kami sudah mencoba buku catatan, catatan di HP, sampai aplikasi keuangan untuk orang dewasa. Semuanya berhenti di minggu kedua.
Masalahnya bukan malas. Mencatat terasa seperti pekerjaan tambahan yang tidak ada hadiahnya.
Pendekatan
FiLUP menghapus dua hambatan itu sekaligus.
- Tidak perlu mengetik. Cukup foto struk atau bukti transfer. AI (Gemini) membaca nominal dan kategorinya, lalu pengguna tinggal memeriksa.
- Ada hadiahnya. Setiap catatan menambah XP (poin pengalaman, seperti di gim), dan setiap misi tabungan punya progres yang terlihat. Kebiasaan baik terasa seperti naik level, bukan tugas.
- Jujur soal AI. AI membantu membaca, bukan mengambil keputusan. Catatan keuangan hanya bisa diakses oleh akun pemiliknya.
- Ringan lebih dulu. Fiturnya boleh banyak, tapi mencatat satu transaksi harus tetap selesai dalam hitungan detik.
FiLUP dikerjakan berdua. Saya menulis seluruh kodenya, dari halaman masuk akun hingga pembacaan struk oleh AI. Rekan tim saya merancang tampilan, alur, dan bahasanya agar terasa ringan bagi pelajar.
Teknologi
Alat yang dipakai untuk membangun FiLUP, dalam bahasa sehari-hari.
- Next.js
- Kerangka kerja untuk membangun website yang bisa dipakai seperti aplikasi.
- Tailwind CSS
- Cara menata tampilan dengan cepat dan konsisten.
- Gemini
- Layanan AI dari Google yang bisa membaca teks dan gambar.
Lihat langsungWhatsApp
Coba langsung FiLUP.
Kunjungi website-nya, atau tanyakan apa saja tentang proyek ini lewat WhatsApp.

